Senin, 01 Juli 2013

alasan mengapa pornografi menjadi zat aditif yang berbahaya

Tidak usah ditutupi bahwa pornografi sudah menjadi rahasia umum. Pornografi sendiri merupakan penggambaran tubuh manusia atau perilaku seksual manusia secara terbuka (eksplisit) dengan tujuan membangkitkan birahi (gairah seksual). Pornografi berbeda dari erotika. Dapat dikatakan, pornografi adalah bentuk ekstrem/vulgar dari erotika. Erotika sendiri adalah penjabaran fisik dari konsep-konsep erotisme. Kalangan industri pornografi kerap kali menggunakan istilah erotika dengan motif eufemisme namun mengakibatkan kekacauan pemahaman di kalangan masyarakat umum.






lantas apa dasarnya kenapa pornografi bisa menjadi zat aditif (hal yang membuat ketagihan) ????



bisa dibilang faktornya lebih ke internal si konsumen atau manusianya. Ada beberapa hormon yang terdapat dalam tubuh manusia yang menyebabkan mereka menjadi ketagihan terhadap pornografi ,

1.Dopamine
Hormon ini memicu si individu untuk terus menerus mengkonsumsi pornografi karena ketidak sengajaanya. contohnya katakan si "A"  yang sedang blank mengenai pekerjaan secara tidak sengaja melihat gambar seorang gadis yang berpakaian mini merasa "waowwww...." dan seolah - olah pikirannya sudah kembali dan dapat bekerja seperti semula. keesokan harinya ia akan merasa penasaran dengan gambar tersebut, hari berikutnya ia akan mencari gambar tersebut dengan alasan iseng-iseng hal ini bisa saja ia mulai mencari hal yang baru katakan dari hanya berpakaian mini, beralih ke bikini, or setengah telanjang (nude). Hari selanjutnya maka ia akan terbiasa untuk mencari gambar - gambar (atau video, bahkan sampai ingin melakukan )yang diluar nalar seperti bercinta dengan saudara sendiri, binatang, atau penyiksaan.

2.Neuropiniphrin

Hormon ini lebih disebabkan karena si individu memang sudah berkutat dengan dunia pornografi. Dapat dikatakan sebagai tahap ke-2 dari sebelumnya. "jika si a yang bukan pecandu pornografi melihat  wanita berpakaian seksi hanya berkata wanita itu seksi. Lain halnya dengan dengan si b . ia mungkin akan membanyangkan hal - hal yang berkaitan dengan bagaimana hasratnya terpenuhi oleh wanita yang ia lihat "


3. Serotonin

katakan seorang pecandu alkohol (alkoholic) sedang dalam masalah, ia cendrung akan melampiaskan masalah dengan mabuk-mabukan. Karena dengan mabuk ia akan dibuat melupakan masalahnya, hal ini juga yang terjadi pada konsumen pornografi akan merasa senang apabila ia sudah melampiaskannya ke hal - hal pornografi .


terimakasih sudah mengunjungi blog saya. 


0 komentar:

Posting Komentar